Hi, Guest!

  LOKASI :  Yogyakarta

  AKTIVITAS :  08/01/2018

Bergabung Selama : 12 Tahun

BAGIKAN :   

Bagikan :
Kelompok Produk X

Katalog Produk

  •     dari   1   halaman
  •    
PROFIL PERUSAHAAN

KARUNIA SEMESTA

Perum Jatisawit Asri A1/7, Jl Wates Km. 9, Balecatur
Fasilitator Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan menggunakan daya karunia semesta untuk meningkatkan aura positip pada individu yang telah terbukti mampu menyelesaikan segala permasalahan kehidupan. Fasilitator dalam menyelesaikan masalah kesehatan, penghasilan, pendidikan, karier, pasangan hidup, hubungan sosial, peningkatan omzet, dll. Untuk perorangan, keluarga, kelompok informal, organisasi, lembaga, perusahaan, dll. ----------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------- Anda adalah orang yang beruntung karena telah membuka web ini. - - - Terimalah, rasakanlah dan selalu ingatlah bahwa energi positip dari kami pasti selalu menyertai anda kemanapun anda berada, sejak saat ini. - - - Salam Damai, DK ----------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------- Tersedia materi pelatihannya untuk belajar mandiri, sebuah buku dengan judul " Hidup Yang Selalu Beruntung" ( ganti biaya cetak + ongkos kirim Rp. 50.000, -) . ----------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------- SHIFT CHARACTER for SUCCESS Cara Mudah Selalu Makmur dan Berkelimpahan DRAFT PROPOSAL PELATIHAN 1 HARI PENDAHULUAN Siapa pun juga yang saat ini merasakan hidupnya masih belum sukses, tidak perlu berkecil hati, karena sebenarnya siapa pun dia, dia masih mempunyai peluang yang besar untuk hidup sukses seperti orang-orang lainnya yang diidolakan sebagai orang sukses. Tuhan menciptakan kita masing-masing sedemikian rupa sehingga mempunyai peluang yang sama untuk dapat men-jalani hidup dengan sukses. Kalau saat ini ada orang yang merasa dirinya belum sukses, itu bu-kan karena Tuhan menciptakan dirinya untuk tidak sukses, melainkan karena ada yang belum benar di dalam dirinya, yaitu dia belum bisa mengelola modal yang sudah tersedia di dalam dirinya yang telah diberikan oleh Tuhan. . Kita semua telah diberi modal yang sama oleh Tuhan, yaitu mind set, yang berupa rangkaian yang unik dari pikiran, perasaan dan keinginan. Bila mind set ini kita atur secara benar untuk meraih kesuksesan tertentu, hasilnya adalah kesuksesan yang ingin kita raih tersebut. Seba-liknya, bila mind set dibiarkan saja atau tidak dirangkai dengan benar, maka hasilnya adalah masa depan yang tidak jelas, kelak akan menjadi seperti apa. . Walaupun ketrampilan untuk sukses seperti ini sudah diwariskan dari generasi ke generasi secara turun-temurun sejak lebih dari 3000 tahun yang lalu, kenyataannya, sebagian besar da-ri kita masih banyak yang belum tahu dan belum mampu menjalaninya. Buktinya, saat ini masih banyak orang yang terus bergelut dengan masalah-masalah pendidikan, kesehatan, pekerjaan, usaha, bisnis, bertani, pasangan hidup, ketenteraman hidup, dll. dari masalah yang ringan, se-dang, bahkan ada yang berat. . Dari pengalaman kami selama 2 tahun memberi pelatihan dan pendampingan kepada indivi-du, anak-anak, remaja dan dewasa, keluarga, kelompok sosial, LSM dan perusahaan, dalam membangun kesuksesan mereka masing-masing, maka pada kesempatan ini kami mengundang Bapak/ Ibu sekalian, baik sebagai perorangan atau kelompok, untuk mengikuti pelatihan dengan judul SHIFT CHARACTER for SUCCESS - Cara Mudah Selalu Makmur dan Berkelimpahan. Pelatihan ini sangat diperlukan oleh siapa saja, karena semua orang pasti membutuhkan hidup yang sukses, semua orang butuh hari esok yang jauh lebih baik. TUJUAN Tujuan umum: Setelah mengikuti pelatihan ini semua peserta bisa menjalani hidup dan bekerja semakin lebih baik, lebih antusias dan lebih produktif sampai menemukan kesuksesan mereka masing-masing seperti yang mereka impikan. Tujuan khusus: Setelah mengikuti pelatihan, semua peserta dapat: * menjelaskan pengaruh vibrasi pikiran bagi kesuksesan; * menjelaskan pengaruh kekuatan air dalam tubuh bagi kesuksesan; * menjelaskan pengaruh kebahagiaan pikiran bagi kesuksesan; * menyusun target sukses untuk mencapai kesuksesan; * menjalani hidup sehari-hari yang mengarah kepada kesuksesan. PESERTA Peserta adalah perorangan atau kelompok, sebaiknya usia produktif, yang ingin sukses atau sedang menghadapi masalah yang ingin diselesaikan, a.l. ingin: - Cepat mendapat pekerjaan - Berhasil meniti karier sebagai pekerja kantor - Sukses sebagai penjual, salesman, marketing - Berhasil dalam usaha, bisnis, pedagang, dsb. - Berhasil dalam pendidikan - Mendapat anugerah kesembuhan - Meraih ketentraman hidup berumah tangga - Teguh dalam mengatasi ketidakberhasilan - Berhasil dalam hal-hal lain Jumlah peserta untuk sekali pelatihan dibatasi sebanyak 20 orang. MATERI 1. Mangatur pikiran dan perasaan Pokok bahasan: Vibrasi pikiran dan pengaruhnya bagi kesuksesan Waktu: 90 menit Metode: Permainan - Diskusi kelompok - Pleno Uraian: Apapun yang kita pikirkan akan menimbulkan vibrasi/ getaran. Getaran pikiran ada yang positip dan ada yang negatip. Getaran pikiran kita akan meresonansi hal-hal di sekitar kita dan hal-hal yang teresonansi tersebut akan mendekat pada diri kita. Bila getaran pikiran kita ne-gatip, hal-hal yang negatip-lah yang akan mendekat pada kita, sebalik-nya bila getaran pikiran kita positip, hal-hal yang positip-lah yang akan mendekat pada kita. Materi ini untuk belajar bagaimana kita mengatur pikiran kita agar hanya hal-hal yang positip yang mendekat pada kita. 2. Air dalam tubuh bisa membaca pikiran kita Pokok bahasan: Memperlakukan air dalam tubuh kita untuk kesuksesan Waktu: 90 menit Metode: Diskusi kelompok/ belajar dari pengalaman - Pleno Uraian: 70% tubuh manusia berupa air. Bila air mendapat perlakuan yang positip, hasilnya air menjadi punya daya detoksifikasi. Sebaliknya, bila mendapat perlakuan negatip, air menjadi tidak berdaya. Dalam jangka panjang, akan bisa mengakibatkan terjadinya penyakit. 90% penyebab sakit diawali dari kondisi pikiran. Materi ini untuk belajar bagaimana seseorang bisa menjadi tak berdaya dan bahkan bisa sakit bila tidak mampu mengelola pikirannya, agar kita bisa menghindarinya. 3. Mengukur kadar positip dalam pikiran kita Pokok bahasan: Latihan test kadar positip pikiran atau kadar bersyukur Waktu: 90 menit Metode: Latihan individu - Diskusi pleno Uraian: Untuk mengetahui berapa kadar pikiran positip pada seseorang dapat dideteksi melalui test. Sama seperti test IQ, test kadar pikiran posi-tip juga dilakukan dengan menjawab soal-soal. Materi ini untuk belajar meningkatkan kadar positip dalam pikiran seseorang memalui ujicoba/ latihan. 4. Mengelola pikiran dan membangun sukses Pokok bahasan: Menyusun target sukses masing-masing peserta Waktu: 120 menit Metode: Permainan - Latihan individu/ kelompok - Pleno Uraian: Setelah kita tahu bagaimana pola kerja pikiran kita, maka kita akan bisa mengelola pikiran kita untuk membangun kesuksesan apa saja. Dalam bagian ini peserta akan diajak latihan bersama untuk mengelola pikiran agar bisa sukses sesuai keinginan mereka maisng-masing. TOLOK UKUR Input: Perorangan yang bermasalah dan ingin sukses dalam menjalani kehidupan Proses: Pelatihan 1 hari Out-put: Semua peserta tahu cara membereskan masalahnya dan mampu membangun sukses untuk kehidupan selanjutnya Out-come: Semua peserta menemukan kesuksesan hidupnya BUDGET Untuk pelatihan ini, diperlukan: tempat pelatihan, makan siang dan snack 2 kali, materi pelatihan/ permainan, buku cetakan untuk pedoman, sertifikat, fee fasilitator dan co-fasilitator. Total kebutuhan Biaya: Rp. 5.000.000, - Dengan jumlah peserta 20 orang, charge untuk masing-masing peserta Rp. 250.000, - GARANSI Dari pengalaman mendampingi anak-anak, remaja dan orang dewasa, dengan ridho Allah, semua peserta mengalami perbaikan yang luar biasa dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Bila ada peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dan telah mengamal-kannya, tetapi dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan tidak mengalami perbaikan sedikitpun, fasilitator akan membantu dalam mengatasi mental block dalam diri peserta tersebut. Dengan ridho Allah juga, dia pasti akan bisa merasakan perbaikan RIWAYAT HIDUP FASILITATOR Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 ( tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia ( SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM / CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri Blok A1 No. 7, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Hp/ sms 08157933667 atau 08886829663 atau via e-mail: dkartiko@ yahoo.com atau tim_ karunia@ yahoo.com. ----------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------- RESUME BUKU Judul: HIDUP YANG SELALU BERUNTUNG Sub-Judul: " Terapi Karunia Semesta untuk kesuksesan finansial, kesehatan, kecerdasan dan kasih sayang yang bermartabat" Penulis: Dwiatmo Kartiko Bila seseorang selalu beruntung, tidak ada yang bisa meramal sampai sejauh mana keberuntungannya. Ceburkan dia ke sungai Efrat dan perhatikanlah ia akan berenang keluar dengan segenggam mutiara di tangannya, demikian peribahasa Babylon yang ditulis di sampul belakang buku tersebut. Tulisan ini sepertinya ingin menyatakan bahwa keberuntungan yang dialami oleh seseorang itu bisa saja terjadi dengan tidak terbatas. Bahkan dalam kondisi yang terjepit sekali pun, dia masih tetap bisa beruntung atau istilah lainnya tetap selalu mujur. Dalam kehidupannya, tampaknya dia sama sekali tidak mengenal hal-hal yang tidak enak. Wah enak ya kalau kita bisa hidup seperti ini, ... Lha yang membuat semakin menarik adalah kita bisa hidup selalu beruntung seperti itu. Buku ini berisi tentang hal-hal yang bisa membuat para pembaca ketularan menjadi orang-orang yang selalu beruntung. Tidak hanya itu, selain bisa selalu beruntung, buku ini juga mengajarkan kepada pembaca bahwa keberuntungan itu dapat dikonsentrasikan kepada hal-hal yang kita inginkan, misalnya: ingin selalu beruntung agar bisa selalu sehat wal-afiat, & bisa; ingin punya uang banyak, & bisa; ingin pandai dalam pendidikan, & bisa; ingin disayangi banyak orang, & bisa; ingin yang lainnya, & juga bisa. Lha kok penak banget. Apa ya benar bisa membuat seseorang menjadi beruntung seperti itu. Lha kalau semua orang membaca buku ini, nanti kan semua orang bisa hidup enak? Demikian kata teman yang belum membaca buku tersebut. Pertanyaan ini dijawab oleh penulis: Ya memang, semua orang itu diciptakan untuk hidup enak, untuk hidup sukses. Kalau mau coba, silakan baca, atau bisa juga ikut pelatihan dengan saya. Kemudian, dia mengikuti pelatihan 1 hari. Setelah latihan dia mengatakan: Wah benar-benar menarik, saya akan men-setting hidup saya agar bisa selalu beruntung. Kemudian dia meninggalkan tempat pelatihan dengan membawa buku ini. Dua minggu kemudian, dia mengajak teman-temannya untuk mengikuti pelatihan. Selain itu, saat ini usahanya sudah semakin lebih baik, dan dia terlihat selalu segar bugar setiap hari. Buku ini sebenarnya disediakan untuk peserta pelatihan, tetapi dalam perkembangannya, banyak teman-teman penulis yang mau belajar mandiri dengan membaca buku. Hasilnya cukup bagus, terutama bagi orang-orang yang bisa belajar dengan membaca sendiri. Maksudnya, dengan hanya membaca buku ini saja seseorang sudah bisa mempunyai bekal yang cukup untuk hidup agar selalu beruntung. Mengenai isinya, buku ini terdiri dari 12 Bagian atau 12 topik bahasan. Setelah Kata Pengantar, buku ini dimulai dengan Bag, 1. Pendahuluan, yang berisi tentang ringkasan bagaimana asal-muasal penulis bisa berkenalan dengan cara men-setting hidup agar bisa selalu beruntung. Kemudian diteruskan dengan Bag. 2. Kita Lahir Untuk Sukses, yang berisi tentang contoh beberapa orang yang telah membuktikan bahwa mereka bisa menemukan kesuksesannya setelah men-setting hidupnya. Juga dijabarkan dengan ringkas dan jelas tentang asset/ modal/ talenta utama dari manusia, yaitu pikiran. Apapun yang kita pikirkan akan menimbulkan vibrasi/ getaran. Getaran pikiran ada yang positip dan ada yang negatip. Getaran pikiran kita akan meresonansi hal-hal di sekitar kita dan hal-hal yang teresonansi tersebut akan mendekat pada diri kita. Bila getaran pikiran kita negatip, hal-hal yang negatip-lah yang akan mendekat pada kita, sebaliknya bila getaran pikiran kita positip, hal-hal yang positip-lah yang akan mendekat pada kita. Bagian ini ingin mengajarkan kepada kita mengenai bagaimana kita mengatur pikiran kita agar hanya hal-hal yang positip-lah yang mendekat pada diri kita. Bahasan selanjutnya adalah Bag. 3. Air Bisa Membaca Pikiran Kita, yang menjabarkan tentang bagaimana pola kerja/ mekanisme tubuh kita yang 70% berupa air. Secara umum, bila air mendapat perlakuan yang positip, hasilnya air menjadi punya daya detoksifikasi. Sebaliknya, bila mendapat perlakuan negatip, air menjadi tidak berdaya. Dalam jangka panjang, akan bisa mengakibatkan terjadinya penyakit. 90% penyebab sakit diawali dari kondisi pikiran. Bagian ini mengajak kita untuk belajar bagaimana seseorang bisa menjadi tak berdaya dan bahkan bisa sakit bila tidak mampu mengelola pikirannya.Dengan mempelajarinya, kita akan bisa menghindarinya. Ini saja belum cukup, kita juga perlu mengetahui seberapa banyak kah kadar positip dalam diri kita? Untuk memperkirakan berapa besar kadar positip atau negatip di dalam diri kita, dapat dideteksi melalui test. Sama seperti test IQ, test kadar pikiran positip juga dilakukan dengan menjawab soal-soal. Mengenai hal ini dibahas dalam Bag. 4. Bagaimana Selalu Bersukacita? Materi selanjutnya, bagi pembaca yang tidak keberatan, akan diajak untuk ber-rekreasi spiritual dengan menengok beberapa ayat Alkitab yang mengajarkan kepada kita bahwa kita boleh hidup di dunia ini dengan berkelimpahan di dalam segala hal, seperti judul Bag. 5. ini, yaitu: Hidup Berkelimpahan. Bagi yang tidak berkenan untuk ikut ber-rekreasi spiritual ya tidak apa-apa, bagian ini boleh tidak dibaca. Setelah ber-rekreasi spiritual sejenak, kita akan diajak diskusi imajiner dengan para tokoh spiritual, filsuf, ilmuwan, praktisi, dll. dalam Bag. 6. Sekilas Tentang Bersyukur. Seperti judulnya, mereka masing-masing akan membahas tentang BERSYUKUR. Tokoh-tokoh yang mengikuti diskusi ini antara lain: Hua Ching Ni, James K. Van Fleet, Deepak Chopra, John C. Maxwell, Anthony de Mello, Milton Katselas, Rhonda Byrne, dll. Setelah sedikit banyak mengetahui betapa dahsyatnya bersyukur, kita akan diajak untuk masuk ke dalam Bag. 7. Mengelola Pikiran. Dalam bagian ini kita akan ditunjukkan bagaimana caranya agar kita bisa mengarahkan keberuntungan sesuai dengan keinginan kita. Pikiran kita mempunyai cara kerja yang luar biasa yang bisa membantu kita untuk menjadi sukses atau hidup enak. Selanjutnya, pada Bag. 8. Sedikit Mengupas Tentang Berpikir dan Bag. 9. Kilasan Singkat Tentang Intuisi, kita diajak diskusi imaginer kembali, dengan para tokoh spiritual, filsuf, ilmuwan, praktisi, dll. sama seperti dalam Bag. 6. Bedanya, kalau di Bag, 8., pokok bahasannya tentang berpikir dan VISUALISASI, sedangkan pada Bag. 9., pokok bahasannya tentang INTUISI. Tokoh-tokoh yang mengikuti ada yang sama, tetapi banyak yang beda. Tokoh yang hadir dalam diskusi VISUALISASI di Bag. 8., a.l. Napoleon Hill, Andrie Wongso, Swami Vivekananda, Steve Andreas, Stephen R. Covey, Ken Blanchard, dll. Sedangkan tokoh yang mengikuti diskusi INTUISI di Bag. 9. a.l. Bill Gates, Albert Einstein, Sigmund Freud, Anthony Robbins, dll. Setelah bahan-bahan baku yang bisa dipakai untuk men-setting agar kita bisa selalu beruntung dibahas satu per satu pada bagian-bagian sebelumnya, kita akan diajak untuk memasak bahan-bahan tersebut agar menjadi hidangan yang lezat bagi kita, untuk kita nikmati, yang khasiatnya jelas, yaitu hidup yang selalu beruntung yang terarah. Cara memasak ini dibahas, dalam Bag. 10. Membangun Hidup Sukses. Materi ini selain membahas tentang bagaimana membuat kita bisa selalu beruntung, juga membahas tentang virus pikiran yang bisa menghambat keberuntungan kita, yaitu MENTAL BLOCK. Bagi pembaca buku ini, tidak perlu risau bila merasakan ada mental block, karena pada bagian ini juga mengajarkan bagaimana men-scan/ clean virus-virus mental block tersebut. Cepat atau lambat, para pembaca pasti akan bisa menjadi orang yang selalu beruntung, setelah mau men-setting hidupnya, yang ujung-ujungnya hidup sukses dalam segala hal. Ada yang mengatakan bahwa kesuksesan hidup manusia itu hanya seumur jagung, maksudnya tidak bisa bertahan lama. Apa betul begitu? Bag. 11. Kita Sebagai Bagian Utama Semesta Raya, sedikit menguraikan bahwa kalau kita tahu caranya, kita bisa sukses tidak hanya seumur jagung, tetapi bisa sukses seumur bumi, maksudnya lama buangeth. Kalau mau tahu caranya, ... gampang, pahamilah Bag. 11. ini. Walaupun hal-hal yang berkaitan tentang bagaimana agar kita bisa hidup selalu beruntung sudah dibahas di bagian-bagian di depan, beberapa teman masih ada yang butuh penjelasan yang lebih detail. Untuk itulah dalam buku ini juga disajikan Bag. 12. Tanya Jawab. Bagian ini menjabarkan beberapa pertanyaan penting dari para peserta pelatihan beserta jawabannya. Materi ini perlu disajikan karena materi ini sebagai bahan yang melengkapi dan menyempurnakan materi buku. Sama seperti buku-buku pada umumnya, pada bagian akhir buku ini juga disampaikan informasi-informasi yang mendukung, meliputi: Orang-Orang Yang Bersaksi, Buku Bacaan Yang Dianjurkan, Draft Program Pelatihan Dua Hari dan Riwayat Hidup Penulis. Sebagai penutup, kalau ada pembaca yang merasa hidupnya belum sukses; mempunyai masalah dalam kehidupan sehari-hari yang mengganggu pekerjaan; mempunyai masalah dalam pekerjaan; sudah bekerja dengan baik tetapi hasilnya belum memuaskan; ingin tahu bagaimana caranya bekerja dengan lebih baik; ingin bisa berhasil dalam pendidikan; ingin mendapat anugerah kesembuhan; ingin mendapatkan pekerjaan; ingin berhasil dalam usaha, bisnis, bertani, dll.; ingin menemukan pasangan hidup; ingin meraih ketenteraman hidup berumah tangga; ingin menemukan anak/ saudara yang tidak tahu rimbanya; atau ingin berhasil dalam hal lain-lain, disarankan untuk membaca buku ini. Kalau memang sempat, dan ada waktu, boleh juga kalau mau mengikuti pelatihan. ---------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------- Pertanyaa n kritis sarkastik: Ketika saya menawarkan pelatihan mind set kepada teman-teman agar mereka bisa menjadi orang yang hidupnya selalu beruntung dan selalu sukses, via brosur, kunjungan rumah dan web karunia semesta, beberapa teman bertanya, ada yang melalui e-mail, ada yang call dan ada juga yang verbal saat kami bertemu. Begini pertanyaan mereka: Kalau memang benar bahwa ada cara yang jitu yang bisa membuat hidup seseorang selalu sukses, terus, di mana peran Tuhan? Kemudian saya menjawab begini: Sebelum saya bisa mengelola mind set dengan benar dan melatihkannya kepada teman-teman, saya juga pernah bertanya seperti itu: Lha kalau semua orang bisa mengatur kesuksesan mereka masing-masing, nanti Tuhan bagaimana? Itulah reaksi saya sebelum saya mengetahui kebenaran kekuatan mind set. Tetapi setelah saya menyadari dan memahami, saya bisa mengumpamakan pertanyaan itu sama saja dengan pertanyaan seorang anak kecil ketika diajarkan cara membuat wedang kopi. Setelah gelas diisi gula, kopi bubuk, air panas dan diaduk, maka jadilah wedang kopi. Setelah wedang kopi itu disajikan, anak kecil ini bertanya: Lho cuma seperti itu sudah jadi wedang kopi, terus di mana peran Tuhan? Maksud saya begini, ketika kita menyebut nama Tuhan, kita sebenarnya membicarakan Roh atau Roh kudus, karena Tuhan itu adalah Roh adanya. Sebutan Roh berarti kuasa atau kekuatan atau energi. Ketika seseorang bisa hidup atau masih hidup, itu berarti ada kekuatan di dalam dirinya yang menjadikan dirinya bisa hidup. Kalau kekuatan itu sudah tidak ada dalam diri seseorang, maka orang itu almarhum ( -mah) . Dengan pendek kata, Tuhan adalah kehidupan itu sendiri. Ketika seseorang masih hidup dan ketika dia berbuat segala hal, sudah pasti Tuhan selalu berada di situ. Di setiap detik di dalam kehidupan kita pasti selalu ada kehadiran Tuhan. Orang kristen percaya bahwa bila kita selalu bersama Tuhan, maka tidak akan ada kematian, yang ada hanyalah kehidupan, yaitu kehidupan kekal, orang-orang yang mati akan dibangkitkan. Jadi sebenarnya di dalam kehidupan ini kita sudah tidak perlu lagi memisahkan antara Tuhan dan manusia. Ketika kita masih bisa hidup, ketika itu pula Tuhan hadir dan berkehendak di dalam kehidupan kita. Ada cerita sufi yang bagus yang bisa untuk menggambarkan persoalan ini. Begini ceritanya, pada suatu hari di pinggiran laut hiduplah 2 ekor ikan, induk dan anaknya. Sambil berenang kesana-kemari anak ikan itu bertanya kepada induknya: Bu, kata teman ada tempat yang sangat indah, namanya laut, di situ banyak sekali hidup binatang yang berwarna-warni dan bentuknya bervariasi, kapan-kapan kita ke laut ya Bu. Induknya sambil tersenyum menjawab: Ya, boleh. Nggak usah nunggu kapan-kapan, saat ini juga kita ke laut, karena saat ini kita sudah berada di dalam laut. Sering kali pikiran manusia itu seperti anak ikan, tidak tahu dan tidak menyadari bahwa ketika kita hidup, kita ini sebenarnya sudah berada di dalam lautan berkat Tuhan, kita sudah berada di lingkup kuasa Tuhan. Sehingga, ketika kita bisa membuat wedang kopi, atau bisa membuat lukisan yang indah, atau bisa membuat mobil, atau bisa belajar sedemikian rupa sehingga menjadi pandai, dll., termasuk juga bisa mengelola mind set agar bisa selalu sukses, tidak perlu lagi menanyakan di mana peran Tuhan? , karena di setiap proses kehidupan dan di setiap hasil proses dalam kehidupan, di situ selalu ada peran Tuhan. Setelah mendengarkan jawaban ini, beberapa teman tertarik untuk mengikuti pelatihan mind set untuk kesuksesan mereka masing-masing. Ewo semanten, ada juga teman yang masih belum bisa memahami jawaban tersebut. ----------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------- http: / / www .facebook.com/ dkartiko